Perjalanan menuju Graduasi KPM

 

*Perjalanan menuju Graduasi KPM ku*

Mendampingi kurang lebih 325 KPM dari sembilan desa di kecamatan Simpang Kanan, membuat saya berfikir keras untuk mencari ide dan peluang agar KPM PKH bisa mendapatkan wawasan dan merubah pola pikir dalam menyikapi bansos.

Bergabung menjadi SDM PKH pada tahun 2018 menjadikan saya seorang yang haus akan pengetahuan, jelas saja sebab profesi ini jauh dari proses pendidikan akademika saya saat kuliah. Saya menyadarinya ada banyak ilmu yang kosong pada diri saya, pada tahun pertama ini saya mencoba mempelajari apa itu sosial secara teori dan materi.

Sangat menarik, tidak saya duga kalau ternyata dalam sosial itu bukan sekedar mempelajari teori dan materi dalam buku. Akan tetapi ada pengetahuan yang besar dari setiap mata, telinga serta waktu yang saya jalani saat pendampingan KPM PKH.

Graduasi mandiri pertama tahun 2018 jumlah hanya 1, itu membutuhkan keberanian yang besar, serta komitmen untuk memastikan KPM tetap dalam jalur sejahtera. Berjalan nya waktu semakin miris melihat kenyataan bahwa KPM hanya menanti jadwal pencairan bantuan, seolah bantuan sosial ini merupakan gaji yang harus di habiskan tanpa terpikirkan maknanya.

Sampai akhirnya saya harus lebih berani untuk bergerak di jalan kebenaran, kebutuhan kesejahteraan yang di harapkan KPM PKH dampingan saya sebagian besar sudah lebih dari cukup. Namun mental kemiskinan yang tertanam di dalam diri sudah menjadi darah daging, hingga menutupi urat malu.

Menjadi tugas penting untuk pendamping PKH, terutama saya untuk bisa memberikan nasihat dan bimbingan akan pentingnya rasa bersyukur, selain itu para KPM juga harus di bina dan di gali skill agar menjadi insan yang produktif dengan bakat dan minat yang di milikinya, dengan kemampuan dan kelebihan yang ada pada dirinya. Serta tidak lepas pula pendamping untuk mencari akses untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan produktivitas para KPM PKH.

*SEKILAS PROGRAM BANSOS PKH*

kesejahteraan sosial adalah PR bagi suatu negara untuk masyarakat nya, salah satu ikhtiar nya adalah program PKH, pada tahun 2007 dengan bantuan tunai bersyarat untuk keluarga pra sejahtera yaitu penerima dengan komponen kesehatan dan pendidikan.

Tahun 2013 dimana awal masuknya program PKH di Aceh Singkil, saat itu masuk di tiga kecamatan saja yaitu kecamatan suro, Singkil dan simpang kanan, dengan jumlah penerima kurang lebih 300 an. Dengan pengambilan bantuan menggunakan jasa PT. Pos.

Pada tahun 2021 program sudah menyeluruh ke sebelas kecamatan dengan jumlah penerima kurang lebih 6.432 KPM, Masih dengan kategori pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Graduasi adalah tujuan akhir dari pendampingan, karena berakhirnya kepesertaan PKH. Dan bisa menjadi tolak ukur keberhasilan program serta mengurangi angka kemiskinan.

Komentar

Postingan Populer