MENEJEMEN KURIKULUM PAI
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM JUDUL BUKU : MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PENULIS : AGUS ZAENUL FITRI PENERBIT : ALFABETA, cv CETAKAN KESATU : JULI 2013 ISBN : 978-602-7825-60-4 A.
Pengertian Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam
Manajemen kurikulum pendidikan islam adalah usaha sistematis yang dilakukan seseorang melalui aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum yang dilandasi nilai-nilai islam agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
B.
Perencanaan Kurikulum Pendidikan Islam
Perencanaan kurikulum merupakan proses yang melibatkan kegiatan pengumpulan, penyortiran, sintesis dan seleksi informasi yang relevan dari berbagai sumber. Informasi ini kemudian digunakan untuk merancang dan mendesain pengalaman-pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran. Perencanaan di dalam islam merupakan salah satu aspek yang harus ditekankan, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hasyr : 18 :
“
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
” (QS. Al
-Hasyr :18).
Perencanaan kurikulum menyangkut banyak dimensi. Dalam “
The Educational Imagination on The Design a
nd Evaluation of School Programs”
, Eisner menjelaskan bahwa ada beberapa unsur penting dari dimensi perencanaan kurikulum. Unsur tersebut yang akan menentukan logika dan karakteristik alur dari sebuah perencanaan kurikulum. Unsur tersebut dapat disebutkan sebagai berikut : (1) Tujuan dan prioritas (goals and priorities; (2) Isi kurikulum (
content of the curriculum
); (3) Jenis pembelajaran (
types of learning opportunities
); (4) Organisasi pembelajaran (
learning organization
); (5) Organisasi isi (
organization of content areas
); (6) Model presentasi dan respon (
mode of presentation and response
); dan (7) Jenis evaluasi (
types of evaluation
). Pentingnya perencanaan dalam menerapkan kurikulum yang aplikatif sehingga dalam merancangnya perlu meperhatikan beberapa hal yaitu : 1.
Landasan perencanaan kurikulum dalam hal ini pendidikan yang berdasarkan tiga landasan utama, yaitu filsafat, sosiologi dan psikologi. 2.
Tujuan, dalam hal ini tujuan umum, tujuan khusus, tujuan kelas dan tujuan behavioral. 3.
Organisasi isi yang menekankan pada pendekatan mata pelajaran (pemahaman) atau pendekatan proses (keterampilan). 4.
Organisasi siswa (peserta didik).
5.
Metode, dalam hal ini banyak metode yang dapat digunakan untuk pendekatan dalam proses pembelajaran. Antara lain : a.
Metode ceramah b.
Metode Demonstrasi c.
Metode Tutorial/Bimbingan d.
Metode diskusi e.
Metode Tajribat (Eksperimen) f.
Metode Pemberian Tugas (Resitasi) g.
Metode Drill (Latihan) h.
Metode Kerja Kelompok i.
Metode Tanya Jawab j.
Metode Simulasi k.
Metode Kisah l.
Metode Pemahaman dan Penalaran (al-
Ma’rif
al wa al-Nadhariyah) m.
Metode Suri Tauladan n.
Metode Amtsal o.
Metode Ibrah Mauidhoh p.
Metode Targhib-Targhib 6.
Evaluasi.
C.
Pengorganisasian Kurikulum Pendidikan Islam
Pengorganisasian kurikulum berbeda dengan organisasi kurikulum. Pengorganisasian kurikulum merupakan upaya untuk mengelola dan mensingkronkan semua program kurikulum pendidikan islam agar dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar dengan optimal. Sedangkan organisasi kurikulum adalah struktur program yang berupa kerangka umum program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Pengorganisasian kurikulum dapat dilihat dari dua pendekatan, yakni pendekatan manajemen dan pendekatan akademik. Dalam sebuah organisasi sangat diperlukan melaksanakan proses manajemen, yakni : 1.
Organisasi perencanaan kurikulum 2.
Organisasi dalam rangka implementasi kurikulum 3.
Organisasi dalam tahap evaluasi kurikulum Dan secara akademik, organisasi kurikulum dikembangkan dalam bentuk-bentuk organisasi sebagai berikut : 1.
Kurikulum mata pelajaran terpisah 2.
Kurikulum yang berkorelasi dengan mata pelajaran 3.
Kurikulum bidang studi 4.
Kurikulum berintegrasi/terpadu 5.
Kurikulum inti D.
Implementasi Kurikulum Pendidikan Islam
Implementasi kurikulum pendidikan Islam adalah tindakan nyata dari rencana yang dibuat dalam perencanaan untuk dilaksanakan secara konsisten dan kontinyu. Inti dari implementasi adalah adanya aktivitas, aksi, tindakan dan mekanisme suatu system. Adapun untuk mengimplementasikan kurikulum dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. 1.
Pendekatan pertama menggambarkan implementasi itu dilakukan sebelum penyebaran (desiminasi) kurikulum desain. 2.
Pendekatan kedua yaitu menekankan pada fase penyempurnaan. 3.
Pendekatan ketiga adalah memandang implementasi sebagai bagian dari program kurikulum. Ada dua persoalan utama dalam implementasi kurikulum, yaitu karakteristik kurikulum dan kemampuan guru. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum yaitu kreativitas, inovasi, kompetensi, kecakapan, kesungguhan, dan ketekunan guru.
E.
Evaluasi Kurikulum Pendidikan Islam
Evaluasi adalah perbuatan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan. Evaluasi kurikulum pendidikan islam merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap hasil proses pendidikan dan pembelajaran yang dilakukan di sekolah/madrasah. Program evaluasi kurikulum didasarkan atas prinsip sebagai berikut : 1.
Evaluasi kurikulum didasarkan atas tujuan tertentu 2.
Evaluasi kurikulum harus bersifat obyektif 3.
Bersifat komprehensif 4.
Dilaksanakan secara kooperatif 5.
Harus dilaksanakan secara efisien 6.
Evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkesinambungan Peranan evaluasi berkenaan dengan dua hal, yaitu : 1.
Evaluasi sebagai moral judgment, konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai yang digunakan untuk tindakan selanjutnya. 2.
Evaluasi dan penentuan keputusan. Dalam evaluasi terdapat berbagai model evaluasi kurikulum antara lain : evaluasi model penelitian, evaluasi model objektif, model campuran multivariasi.
F.
Tindak Lanjut (Follow Up) Evaluasi Kurikulum Pendidikan Islam
Follow up merupakan tindak lanjut dari kegiatan evaluasi. Yang merupkan perbaikan dari perencanaan, pengorganisasi, implementasi sehingga kegiatan evaluasi tidak hanya sebagai proses administrastif dan pelengkap saja, melainkan benar-benar ada perubahan yang signifikan.
sumber:(https://www.academia.edu/7642753/MANAJEMEN_KURIKULUM_PENDIDIKAN_ISLAM)
Komentar
Posting Komentar