MAKALAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Konsep Perencanaan Sistem Pembelajaran
Perencanaan bermakna
sangat kompleks. Perencanaan didefinisikan dalam berbagai macam ragam
tergantung dari sudut mana melihat, serta latar belakang apa yang mempengaruhi
seseorang dalam merumuskan definisi.
Ada beberapa
definisi yang telah dirumuskan oleh para ahli, yaitu sebagai berikut:
1.
Menurut
prajudi Atmusudirdjo perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang
sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa saja
dan bagaimana.
2.
Perencanaan
dalam arti seluas-luasnya tidak lain adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan
secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
3.
Perencanaan
dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan
dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan.[1]
Sistem dapat
diartikan sebagai suatu kesatuan unsur-unsur atau komponen-komponen yangsaling
berinteraksi secara fungsional dalam memproses masukan menjadi keluaran.
Sedangkan definisi tradisional, sistem merupakan seperangkan komponen atau
unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu[2]
Beberapa ahli
menyebutkan pengertian dari sistem, diantaranya:
1.
H.M.Arifin
menjelaskan bahwa sistem adalah kumpulan bagian yang bekerja sendiri-sendiri (independent) atau bekerja bersama-sama
untuk mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan berdasarkan kebutuhan.
2.
para
ahli lain mengemukakan pengertian sistem sebagai: kesatuan yang terorganisasi,
terdiri atas sejumlah komponene yang saling berhubungan dalam rangka mencapai
tujuan yang hendak dicapai; sekelompok objek/bagian/komponen yang interdependen
dan berhubungan satu sama lain;
3.
west
Churchman mengatakan bahwa sistem adalah seperangkat bagian yang telah
dikoordinasikan untuk mencapai seperangkat tujuan.[3]
Pendidikan
adalah proses pengasuhan pada fase permulaan pertumbuhan manusia, dan pada ssat
sekarang fase itu disebut dengan kanak-kanak.[4] Pembelajaran
merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar
peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian eksternal yang berperan terhadap
rengkaian kejadian – kejadian internal yang berlangsung didalam peserta didik.[5]
Pengertian belajar dapat diartikan “belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memeperolah suatu perubahan tingkah laku yang baru
dari keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya”.[6]
Setelah
mengetahui definisi dari masing – masing kata diatas, penulis meyimpulkan
definisi dari perencanaan sistem pembelajaran adalah suatu susunan bagian yang
bekerja masing-masing serta kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur
manusiawi, materi, fasilitas, perlengkapan dan prosedur untuk mencpai tujuan
pembelajaran.
Pendidikan
sebagai sebuah sistem atas berbagai komponen atau faktor pendidikan. Faktor
tersebut adalah pendidik, anak didik, relasi (alat pendidikan), tujuan
pendidikan dan sosio – kultur.[7] Didalam
pendidikan pada latar sekolah, pendiidkan sebagai sistem karena terbentuk dari
berbagai bagian sistem yaitu adanya tujuan, metode, dan penilaian (evaluasi),
ketiganya saling berkaitan secara erat membentuk kebulatan sistem yaitu sistem
pembelajran.
B.
Tujuan, Karakteristik
dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran
1.
Tujuan
Perencanaan Pembelajaran
Dari beberapa tujuan perencanaan adalah sebagai berikut:
a.
Dengan
adanya perncanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanyaa pedoman
bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukkan kepada pencapaian tujuan
pembangunan.
b.
Dengan
perencanaan maka dapat dilkukan suatu perkiraan terhadap terhadap hal-hal dalam
masa pelaksanaan yang akan dilalui.
c.
Perencanaan
memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang
terbaik.
d.
Dengan
perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas.
e.
Dengan
adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan
pengawasan atau evaluasi kinerja usaha pendidikan.[8]
2.
Karakteristik
Perencanaan Pembelajaran
Ada beberapa
ciri yang terdapad dalam perencanaan pembelajaran, diantaranya adalah:
a.
Perencanaan
pendidikan harus mengutamakan nilai-nilai manuisawi, karena pedidikan itu
membangun manusia yang harus mampu membangun drinya dan masyaratnya.
b.
Perencanaan
pendidikan harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan segala potensi
peserta didik seoptimal mungkin.
c.
Perencanaan
pendidikan harus memberikan kesempatan yang sama bagi bagi setiap peserta
didik.
d.
Perencanaan
pendidikan harus komprerensif dan sistematis dalam arti tidak praktikal atau
segmentaris tapi menyeluruh dan terpadu serta disusun logis dan rasional serta
mencakup berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
e.
Perencanaan
pendidikan harus diorentasikan pada pembangunan .
f.
Perencanaan
pendidikan harus dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan
berbagai komponen pendidikan secara sistematis.
g.
Perencanaan
pendidikan harus menggunakan resources
secermat mungkin.
h.
Perencanaan
pendidikan haruslah berorientasi kepada masa datang , karena pendidikan adalah
proses jangka panjang dan jauh untuk menghadapi masa depan.
i.
Perencanaan
pendidikan haruslah kenyal dan responsif terhadap kebutuhan yan berkembang
dimasyarakat, tidak statis tapi dinamis.
j.
Perencanaan
pendidikan haruslah memerlukan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan
sehingga pemmbaharuan terus menerus berlangsung.[9]
3. Fungsi Perencanaan Pembelajaran
Adapun fungsi dari perencanaan pembelajaran yaitu,
sebagai berikut:
a.
Sebagai
pedoman pelaksanaan dan pengendalian;
b.
Menghindari
pemborosan sumber daya;
c.
Alat
bagi pengembangan quality assurance;
d.
Upaya
untuk memenuhi accountability
kelembagaan.[10]
C.
Prinsip-Prinsip Perencanaan
Pembelajaran
Perencanaan
pendidikan mengenal prinsip-prinsip yang perlu menjadi pegangan baik dalam
proses penyusunan rancangan maupun dalam proses implementasinya.
Prinsip-prinsip ini adalah sebgai berikut:
1.
Perencanaan
itu interdisiplinair, karena pendidikan itu sendiri sesungguhnya
interdisiplinar terutama dalam kaitannya dengan pembangunan manusia.
2.
Perencanaan
itu bersifat fleksibe, dalam arti tidak kaku tapi dinamis serta responsif
terhadap tuntunan masyarakat terhadap pendidikan.
3.
Perencanaan
itu objektif rasional, dalam arti untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan
subjektif sekelompok masyarakat saja.
4.
Perencanaan
itu tidak dimulai dari nol tapi dari apa yang dimilki.
5.
Perencanan
itu wahana untuk menghimpun kekuatan – kekuatan secara terkoordinir.
6.
Perencanaan
itu disusun dengan data.
7.
Perencanaan
itu mengendalikan kekuatannya sendiri, tidak bersandarkan pada kekuatan orang
lain.
8.
Perencanaan
itu komprehensif dan ilmiah, dalam arti mencakup seluruh aspek esensial
pendidikan dan disusun secara sistematik dengan menggunakan prisip dan konsep
keilmuan.[11]
Melalui
prinsip perencanaan pembelajaran ini agar dapat dipahami betapa penting nya
pembelajaran yang tersusun dan adanya pedoman untuk mencapai tujuan pendidikan
ayng telah tersusun.
D.
Komponen-Komponen Dalam
Konsep Sistem Perencanaan Pembelajaran
Komponen – komponen
pendidikan adalah sebagai berikut:
1.
Dasar
pendidikan;
2.
Tujuan
pendidikan;
3.
Pendidik;
4.
Peserta
pendidik;
5.
Materi
pendidikan;
6.
Metode
pendidikan;
7.
Alat;
8.
Lingkungan
pendidikan.[12]
Perencanaan
pendidikan terdiri atas dua komponen dasar, yaitu proses perencanaan dan isi
perencanaan. Pendekatan fungsional untuk merencanakan pendidikan membutuhkan
gambaran yang jeas dari sistem pendidikan .adapun komponen dalam perencanaan
pembelajaran (pendidikan).
1.
Manajemen Sistem Informasi
Pendidikan
a.
Pada Pelajar
1)
Menyediakan
informasi tingkat, nilai, kesehatan, kehadiaran dan faktor lainnya.
2)
Menyediakan
informasi pengalaman-pengalaman diluar sekolah yang memiliki efek yang besar
pada proses belajarnya,
3)
Menyediakan
informasi yang membandingkan pencapaian pelajar dengan pelajar disekolah lain.
4)
Menyediakan
informasi kurikulum, ekstrakulikuler, pendidikan tambahan dan program-program
yang disponsori masyarakat.
5)
Menyediakan
nomor identitas yang akan dipakai pelajar.[13]
b.
Pada Staf
1)
Menyediakan
informasi tentang keahlian nya, dan persiapan pendidikannya.
2)
Menyediakan
informasi untuk menugaskan dan mengatur jadwal mengajar.
3)
Menyediakan
informasi pada fungsi sebenarnya yang ditampilkan seorang guru.
4)
Menyediakan
informasi yang membandingkan keefetifan dan performa dari para guru.
5)
Menyediakan
informasi yang memprediksi bermacam-macam keahlian mengajar yang diperlukan.[14]
c.
Pada Bangunan
1)
Menyediakan
informasi lokasi, ukuran, kapasitas, struktur sistem, konstruksi, biaya, biaya
perawatan, dan sebagainya.
2)
Meneydiakan
informasi peralatan sekolah, umur , biaya, dan kegunaannya.
3)
Menyediakan
informasi kualitas lingkungan, komunitas dan sebagainya.[15]
d.
Pada Program-Program
1)
menyediakan
informasi pada apa yang diselesaikan oleh, dimana dselesaikan, oleh siapa,
berapa biaya, dan waktu yang diperlukan dan apa tujuannya jika dibandingkan
dengan efek pendidikan yang sebenarnya.
2)
Menyediakan
informasi tentang kurikulum yang tersedia.
3)
Menyediakan
informasi tentang efek dalam proyek belajar mengajar.
4)
Menyediakan
informasi yang membandingkan anatara biaya damn kefektifan pada proyek.[16]
e.
Pada Keuangan
1)
Menyediakan
informasi tentang penerimaan dan pengeluaran keuangan.
2)
Menyediakan
informasi tentang pembelanjaan uang, apa efeknya bagi pendidikan dari konsumsi
pembelanjaan tersebut.
3)
Menyediakan
informasi pembukuan dan laporan rutin.
4)
Menyediakan
informasi tentang biaya proyeksi.[17]
2.
Sistem Aktivitas Pendidikan
a.
Aktivitas di Tempat
1)
Menyediakan
informasi tentang aktivitas dalam yang tepat yang diikutsertakan, perlangkapan
yang dibutuhkan.
2)
Menyediakan
informasi tentang tempat yang dibutuhkan untuk mengakomodasi aktivitas,
menentukan persyaratan kualitas pendidikan.
3)
Menyediakan
informasi tentang lokasi dengan fasilitas yang tepat dan persyaratan yang
berhubungan dengan aktivitas lain.
4)
Menyediakan
informasi tentang itensitas aktivitas pelajar perkelompok, sekolah
perkomunitas.[18]
b.
Jadwal yang Tepat
1)
Menyediakan
informasi tentang periode sekolah, panjangny aperiode sekolah.
2)
Menyediakan
informasi frekuensi layanan, bulanan, mingguan, harian, ataupun kapan saja
dibutuhkan.
3)
Menyediakan
informasi tentang jumlah sesi perhari, modeul yang tesedia, jumlah modul
perhari per aktivitas.[19]
c.
Pada Kurikulum Dan Program
Instruksi
d.
Pada Program Yang Berhubungan
Dengan Masyarakat
3.
Sistem Komunikasi Pendidikan
a.
Pada Transportasi
1)
Menyediakan
informasi tentang kepindahan pelajar dari asal ke tujuan; berapa banyak, kapan,
dan bagaimana.
2)
Menyediakan
informasi tentang volume lalu lintas yang membituhkan, frekuensi layanan dan
intensitas.
3)
Menyediakan
informasi tentang rute yang tesedia, kapasitasrute yang ada dan potensial untuk
penambahan yang direncanakan.
4)
Menyediakan
informasi tentang macam-macam biaya perjalanan kualitas hasilnya.
5)
Menyediakan
informasi tentang standar keamanan.[20]
b.
Pada Informasi Itu Sendiri
1)
Memberi
dan menrima data dari berbagai media.
2)
Menggunakan
kesan sensorik.[21]
c.
Pada Energi
1)
Operasikan
lampu-lampu, AC, dan pemanas ruangan, ventilasi.
2)
Menggunakan
eksperimen dalam belajar, seperti eksperimen fisika, program mobil dan
sebagainya.
d.
Pada Sistem Fasilitas
Pendidikan
e.
Pada Sistem Operasi
Pendidikan
f.
Pada Sistem Manajemen
g.
Pada Sistem Layanan
Masyarakat
h.
Pada Sistem Operasi Dan
Perawatan
Konsep
dasar faktor atau komponen pendidikan yang telah dijelaskan berinteraksi secara
kesinambungan saling melengkapi dalam sebuah proses pendidikan guna mencapai
tujuan pendidikan.
Poses
pendidikan pada hakikatnya adalah interaksi komponen tertntu dalam sebuah
proses pencarian, pembentukkan, dan pengembangan sikap serta perilaku anak
didik hingga mencapai batas optimal.[23]
Perencanaan pendidikan harus berorientasi terhadap program siswa yang
terstruktur dengan kondisi yang relevan dengan lingkungan sekitarnya.
Komentar
Posting Komentar