GRAFIK DAN TEKNIK ANALISIS DATA STATISTIK

MAKALAH
GRAFIK DAN TEKNIK ANALISIS DATA STATISTIK DENGAN MEMPERGUNAKAN  UKURAN-UKURAN TENDENSI PUSAT DATA
Di ajukan untuk memenuhi tugas kelompok semester IV (empat) pada Mata Kuliah Statistik
Dosen Pengampung
MASITHAH, M.Pd





Disusun kelompok V
SUMMA WARDAYA MUSI
Jurusan PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SYEKH ABDURRAUF
(STAISAR)
ACEH SINGKIL
2013/2014


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Setiap kali kita akan melakukan penelitian data statistik, maka pada umumnya kegiatan tersebut akan menghasilkan kumpulan data angka yang keadaanya tidak teratur, berserak dan masih merupakan bahan katerangan yang sifatnya kasar[1] dan mentah.
Teknik penyajian data dengan Tabel Distribusi Frekuensi, dengan membuat Tabel Distribusi Frekuensi telah jelas tampak  bahwa data yang semula masih dalam keadaan berserak telah dapat diringkas, disusun, dan diatur sedemikian rupa, sehingga dengan secara cepat dapat menyajikan  dan memberikan gambaran yang jelas mengenai ciri atau sifat yang dimiliki oleh kumpulan bahan keterangan yang berupa angka tersebut.
B.     Rumusan Masalah
Untuk dapat menyelesaikan tugas makalah ini penulis telah menuliskan rumusan masalah yang akan menjasi pokok pembahasan yaitu sebgai berikut.
1.      Pengertian grafik;
2.      Penggolongan grafik;
3.      Cara Pembuatan grafik;
4.      Teknik analisis data menggunakan ukuran-ukuran tendensi pusat data.
C.    Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan yang penulis simpulkan adalah untuk dapat memahami Pengertian grafik, Penggolongan grafik, Cara Pembuatan grafik;, dan Teknik analisis data menggunakan ukuran-ukuran tendensi pusat data.
BAB  II
GRAFIK DAN TEKNIK ANALISIS DATA STATISTIK DENGAN MEMPERGUNAKAN UKURAN-UKURAN TENDENSI PUSAT DATA

A.    Pengertian Grafik
Grafik adalah alat penyajian data statistik yang tertuang dalam bentuk lukisan, baik lukisan garis, gambar, maupun lambang. [2] jadi dalam penyajian data angka melaui grafik, angka itu dilukiskan dalam bentuk lukisan garis, gambar atu lambang dengan kata lain angka tersebut divisualisasikan[3].
Maksud dan tujuan menyajikan data statistik dalam grafik (diagram) adalah untuk memudahkan pemberian informasi secara visual.[4] Beberapa jenis grafik diantaranya adlah histrogram, poligon, frekuensi, dan ogives.
Seperti yang sudah diketahui penyajian data statistik dengan kolom dan lajur adalah tabel  distribusi frekuensi, dalam kolom dan lajur itu dimuat angka yang pada dasarnya menceritakan tentang keadaan data yang sedang diteliti, atau dijadikan objek pembicaraan. Namun demikian penyajian dengan tabel sering kali kurang cepat dalam memberikan deskripsi data, dan kurang dpat dimengerti. Hal ini antara lain disebabkan:
1.      Penyajian data dalam bentuk deretan angka itu pada umumnya amat menjemukan atau membosankan.
2.      Untuk memperoleh pengertian yang terkandung dlaam deretan angka-angka ditampilkan lewat tabel distribusi frekuensi, semua angka harus dibaca (memakan waktu lama).
3.      Bagi orang yang tidak biasa membaca tabel distribusii frekuensi, penyajian data itu kurang dapat dipahami.

Berhubung kelemahan yang dimiliki oleh tabel distribusi frekuensi,dapat digunakan penyajian data dengan grafik atau diagram. Keunggulan yang dimilikioleg grafik adalah sebagai berikut:
1.      Penyajian data statistik melalui grafik tampak lebih menarik daripada melalui tabel distribusi frekuensi.
2.      Grafik dapat dengan secara lebih cepat memperlohatkan gambaran umum dan menyeluruh tentang sesuatu perkembangan, perubahan maupun perbandigan, tidak demikian hanya dengan tabel.
3.      Grafik yang dubuat menurut aturan yang tepat dan benar, akan terasa lebih jelas dan lebih dimengerti orang.
Namun demikian , grafik juga memiliki kelemahan atau kekurangan, diantara adalah sebagai berikut:
1.      Membuat grafik jauh lebih sukar dan memakan waktu, hanya serta alat, tidak demikian hanya dengan tabel.
2.      Data yang dpat disajikan atau dituangkan dlam bentuk grafik amatlah terbatas, sebab apabila datanya banyak sekali (bermcam-macam) maka  lukisan grafiknya akan menjadi terlalu ruwet dan memusingkan.
3.      Grafik pada kebanyakannya bersifat kurang teliti. Dalam tabel dapat dimuat angka sampai pada tingkat ketelitian yang setinggi-tingginya nisalnya 6,343, 7001,0,125 dan sebagainya dapat dimuat  dalam tabel, namun tidak mungkin dilakukan pada grafik.

B.     Penggolongan Grafik
Seperti halnya tabel distribusi frekuensi dalam dunia statistik kita mengenal berbagai macam atau berbagai jenis grafik yaitu:
1.      Grafik balok atau grafik batang (barcbart). Grafik ini terdiri dari enam macam yaitu a) Grafik balok tunggal, b) grafik balok ganda atau majemuk, c) grafik balok terbagi, d) grafik balok vertikal, e) grafik balok horizontal, dan f) grafik balok bilateral.
2.      Grafik lingkaran (cyrclegram) atau diagram pastel.
3.      Grafik gambar (pictogram).
4.      Grafik peta (kartogram atau sta).
5.      Grafik bidang.
6.      Grafik volume.
7.      Grafik garis, yaitu dapat dibedakan manjadi tiga macam yaitu, grafik garis tunggal, grafik garis majemuk atau ganda dan grafik poligon (polygon frequensi).
8.      Grafik runag (grafik Histrogram).[5]
Dari berbagai macam grafik, terdapat dua jenis grafik yang sering dipergunakna dalam kegiatan analisis ilmiah , yaitu grafik poligon dan grafik histrogram,sedangkan grafikyang lain sering digunkan untuk kepentingan menuliskan laporan administrasi.
Beberapa jenis grafik diantaranya adlah histrogram, poligon, frekuensi, dan ogives.
1.      Histrogram (histrograms)
Histrogram merupakan grafik dari distribusi frekuensi suatu variabel. Tampilan histrogram berupa petak-petak empat persegi panjang. Sebagai sumbu horizontal (absis , sumbu X) boleh memakai tepi-tepi kelas (class bounderies), batas-batas kelas (class limits) atau nlai-nilai variabel yang diobservasi, sedang sumbu vertikal (ordinat, sumbu Y) menunjukkan frekuensi.
Contoh grafik histrogram


Grafik Histrogram Frekuensi
Penghasilan Per Hari 80 Usaha Rental Mobl  Di Kota Bandung
Tahun 2004
25
15
10
   5
   0          52,5  57,5                 62,5   67,5  72,5   77,5  82,5  87,5  92,5   97,5
2.      Poligon frekuensi
Poligon frekuensi merupakan grafik dari distribusi frekuensi bergolong suatu variabel. Tampilan poligon berupa garis-garis patah yang diperoleh dengan cara menghubungkan puncak dari masing-masing nilai tengah kelas. Contoh  grafik poligon

3.      Ogives (A cumulative Frequensi Distribution)
Ogive merupakan grafik dari distribusi kumuatif suatu variabel. Dalam suatu ogive, yang digunakan sebagai absisi adalah batas kelas (class Boundeties), sedangkan sumber sumbu Vertikal adalah frekuensi kumulatif.[6]

4.      Lingkaran (pie Chart)
Pie Chart merupakan grafik dari distribusi frekuensi relatif. Penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran didasarkan pada sebuah lingkaran yang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan banyaknya kelas penyusunan. Penggunaan skala yang tepat untuk masing-masing bagian ditentukan secara proposional sesuai dengan frekuensi masing – masing kelas , dengan memperhitungkan bahwa sudut suatu  lingkaran penuh adalah 360 derajat.

5.      Batang – Daun (steam and leaf)
Penyajian data dengan diagram batang dan daun , selain dapat memperoleh informasi mengenai distribusi frekuensi dari gugus data , juga dapat dilihat nilai-nilai pengamatan aslinya. Tahapan yang dapat dijalankan untuk membuat diagram batang –daun:
a.       Pilihlah bilangan yang dapat dijadikan batang , perhatikan agar btan yang dipilih dapat mencakup semua bilangan yang ada dalam gugus data.
b.      Urutkan batangnya dengan menempatkan nilai batangf terkecil di bagian atas dan nilai terbesar dibagian bawah.
c.       Buatkan vartikel sebagai pemisah batang dan daun.
d.      Untuk setiap nilai amatan , catat  bilangan yang merupakan daun dari batang bersangkutan dan letakkan disisi kanan batangnya.
e.       Susun urutan bilangan yang merupakan daun dari batang yang sama dalam urutan menaik.
C.    Cara pembuatan grafik
Sebuah grafik yang lengkap pada umumnya terdiri dari 13 bagian, ketiga belas bagian dimaksud adalah:
1)      Nomor garafik;
2)      Judul grafik;
3)      Sub-judul grafik;
4)      Unit skala grafik;
5)      Angka skala grafik;
6)      Tanda skala grafik;
7)      Ordinat atau ordinal atau sumbu vertikal;
8)      Koordinat (garis-garis pertolongan= garis kisi-kisi);
9)      Abscis ( sumbu horizontal = sumbu mendatar= garis nol=garis awal=garis mula);
10)  Titik nol (titik awal);
11)  Lukisan grafik (gambar grafik);
12)  Kunci grafik (keterangan grafik)
13)  Sumber grafik (sumber data).
1.      Cara melukiskan distribusi frekuensi dalam bentuk grafik histrorgam data tunggal.
Jika dikehendaki data untuk disajikan dalam bentuk grafik histrogram, maka langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut:
a.       Menyiapkan sumbu horizontal atau absicis (X).
b.      Menyiapkan sumbu vertikal atau ordinal (Y).
c.       Menetapkan titik nol perpotongan X dengan Y.
d.      Menetapkan atau menghitungkan nilai Nyata (true value) tiap-tiap interval.
e.       Menempatkan nilai nyata masing-masing skor (nilai) yang ada pada abscis (X).
f.       Menempatkan frekuensi tiap-tiap skor atau nilai yang ada, pada ordinal (Y).
Perhitungan Nilai Nyata untuk masing-masing skor nilai data
                (X)
f
Nilai Nyata
10
9
8
7
6
5
4
3
2
3
5
5
10
7
5
3
9,50 – 10,50
8,50 – 9,50
7,50 – 8,50
6,50 – 7,50
5,50 – 6,50
4,50 – 5,50
3,50 – 4,50
2,50 – 3,50


Histrogram Frekuensi Tentang Nilai Hasil Ulangan Harian Bidang Studi Matemetika Dari Sejumlah 40 Orang Murid Madrasah
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0         0.5   1,5   2,5   3,5   4,5   5,5   6,5   7,5   8,5   9,5   10,5
Dalam membuat grafik histrogram perlu ditetapkan nilai nyata masing-masing skor dan juga nilai nyata masing-masing interval yang ada. Karena grafik histogram itu memiliki dua buah kaki, kaki kiri ditempatkan pada abatas bawah nyta (lower limit) dan kaki kanan diletakkan pada batas atas nyata (upper limit).

D.    Teknik analisis data menggunakan ukuran-ukuran tendensi pusat data.
Salah satu aspek yang paling penting untuk menggambarkan distribusi data adalah nilai pusat data pengamatan (tendensi sentral) . setiap pengukuran atitmatika yang ditujukan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atu nilai sentral dari suatu gugus data )himpunan pengamatan) dikenal  sebagai ukuran tendensi – tendensi.[7] Terdapat tiga ukuaran tendensi sentral yang sering digunakan yaitu:
1.      Mean (rata-rata hitung / rata-rata aritmatika)
2.      Median




[1] Sebab kumpulan angka dengan kondisi seperti ini belum menyebutkan atau menghasilkan informasi secara ringkas dan jelas.
[2] Prof. Anas Sudijono. Pengantar statistik Pendidikan. ( jakarta. Raja Grafindo persada. 2008).hal: 61
[3] Divisualisasikan maksudnya adalah pengungkapan suatu gagasan dengan menggunakan bentuk gambar , tulisan (kata atau angka) juga peta, grafik, dan lainsebagainya.(Drs. Yadianto. Kamus umum bahasa indonesia. Bandung. M2S. 2001.)hal: 672
[4] Drs. Ating Somantri dan Sambas Ali Muhidin.  Aplikasi statistika dalam penelitian.( Bandung. Pustaka Setia. 2006).hal: 113
[5] Prof. Anas Sudijono. Pengantar statistik Pendidikan....hal: 63
[6] Drs. Ating Somantri dan Sambas Ali Muhidin.... hal: 115

Komentar

Postingan Populer