menguatkan dan melemahkan Iman

NAMA : Summa Wardaya Musi            Semester   : IV (empat)
NIM  : 2012 10 640                   Jurusan    : PAI / TARBIYAH
Tugas resume minggu ke- 3  12-03-2014

HAL-HAL YANG MELEMAHKAN IMAN
DAN
YANG MENGUATKAN IMAN

Sebelumnya telah dibahas tentang arti dan hikmah  iman dan penting nya iman itu bagi seorang Muslim, yang mana iman itu adalah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa.[1] Di sini akan dijelaskan beberapa hal yang dapat melemahkan iman dan menguatkan iman.
Banyak hal yang dapat melemahkan iman dari hal yang kecil sampai dengan yang besar, dan yang diangggap sepele oleh orang lain. Karena itu ketidak tetapan iman dan hati seseorang karena hal-hal yang selepe pun banyak yang dpat melemahkan iman. Diantara yang melemahkan iman adalah sebagai berikut:
   Terlalu bangga kepada diri sendiri.
Hal ini tidak boleh karena bersikap terlalu membanggakan diri sendiri dapat menimbulkan prasangka bahwa segala yang didapatnya itu karena dirinya sendiri bukan karena Allah SWT.
   Memutuskan tali persaudaraan secara sengaja.
Dengan memutuskan tali persaudaraan berarti seseorang itu tidak mampu menjaga keutuhan imannya, karena dengan bersaudara akan mejadi hidup rukun dan damai.
Rasulullah bersabda:”tidak sempurna keimanan seseorang diantara kamu sehingga ia mencintai saudaranya (sesama Muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya”.[2] (diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim).
   Terlalu cinta  dunia lagi mencintainya.
   Bersikap zhalim kepada orang lain dan diri sendiri.
   Tidak mempunyai rasa malu.
Rasa malu baik terhadap diri sendiri, masyarakat ataupun kepada sang Maha Melihat Allah SWT. Sebaik-baik keutamaan bagi seorang Muslimah adalah rasa malu.[3] Rasa malu itu perlu dan harus ada pada seorang muslim yang beriman, karena malu adalah sebagian dari iman, dengan malu seseorang akan menjaga segala ucapan dan sikap nya, baik yang terlihat ataupun tidak.
   Bermalas-malasan.
   Membuka aurat secara sengaja.
   Selalu berkeluh kesah dengan apa yang diterima nya.
Tidak bersyukur dengan apa yang telah diberikan Allah  merupakan hal yang sangat tidak baik dan melemahkan iman,  karena setiap Insan pasti akan dicoba dan diuji keimannaya oleh Allah SWT.
   Membangkang dengan orang tua.
Tidak hormat kepada orang tua dan tidak menghargai orang lain itu juga merupakan hal yang dapat melemahkan iman seorang Muslim.
    Bersifat iri, dengki dan ria.
   Selalu mengikuti hawa nafsunya.
Abu Muhammad ‘ Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash berkata, bahwa Rasulullah saw. Telah bersabda: “ tidak sempurna iman seseorang dari kamu sehingga hawa nafsunya tunduk  (sesuai) dengan ajaran yang kubawa.” [4] (hadits Hasan Shahih telah diriwayatkan dalam Al-Hujjah dengan sanad yang shahih).

Setelah mengetahui beberapa hal yang dapat melamahkan Iman seseorang, maka mari kita lihat hal-hal yang dapat menguatkan Iman pula, yaitu sebagai berikut:
J  Memperbanyak Berzikir. Selalu mengingat Allah SWT.
J  Menuntut ilmu yang dapat memperkuat keimanan.
Sesungguhnya ilmu itu adalah pakaian kemuliaandan derajat yang tinggi bagi manusia , yang tidak dapat diperoleh kecuali dengn belajar. Ilmu tidak dapat diperoleh dengan harta, kekuatan maupun keturunan.[5]
J  Selalu menjaga aurat, baik aurat busana dan suara serta perhiasan.
J  Bersikap istiqamah.
J  Memaafkan kesalahan orang lain.
J  Melaksanakan kewajiban.   shalat, puasa, menbayar zakat.
J  Rajin bersedekah.
J  Ikhlas
J  Selalu sabar dengan apa yang ditakdirkan oleh Allah SWT.
J  Menjaga hidup rukun kepada saudara dan tetangga.
J  Hidup sederhana.
J  Mencintai anak yatim.
Dengan mencintai anak yatim seseorang muslim telah beriman kepada Allah dan Rasulullah .
J  Mendahulukan yang bernilai baik dan berpahala dari pada yang sia-sia.

Adapun nilai keimanan yang dapat di ambil dari kisah Nabi Musa dan Qarun adalah :
£ Kesombongan bukanlah sifat yang harus dipertahankan, saat kita telah merasa bahwa kita bisa melakukan nya sendiri dan tidak perlu bantuan orang lain dan orang lain tidak mampu bekerja seperti kita itulah tanda-tanda bahwa ada virus kesombongan.
£ Qarun memiliki sebab-sebab yang dapat menghantarkan dirinya pada kejayaan dibidang ekonomi hingga ia menjadi pemimpin yang agung. Sehingga ia menjadi sangat berkuasa dan merasa bangga.
Padahal sifat terlalu bangga bukan lah sifat yang baik, dan Allah pun membenci sifat tersebut.
£ Peringatan bagi Qarun bahwa jika dia belum beriman, mendermakan hartanya untuk kemakmuran bumi, dan membentu orang-orang yang membutuhkan , maka pekerjaannya merupakan pekerjaan yang suka berbuat kerusakan. Ini lah salah satu orang yang membuat kerusakan di bumi,tidak memanfaatkan apa yang telah dianugrahkan Allah kepadanya. Yang hanya menjadi  celaka untuk nya.



[1] QS. Al – Baqarah (2) : 2
[2] Imam Nawawi (peneerjema: Ummi Musa) . Hadits Arba’in An- Nawawiyah dan terjemahannya. Solo. Hidayatul Insan. Tahun tidak disebutkan. Hal: 27
[3]  Mahdy Saeed Reziq Krezem. Adab Islam dalam kehidupan sehari-hari. Jakarta. PT Abadi. Hal:117.
[4] Imam Nawawi (peneerjema: Ummi Musa). ... hal: 59
[5] Mahdy Saeed Reziq Krezem. ... hal: 117

Komentar

Postingan Populer