metode demontrasi eksperimen dalam metodik PAI
sabtu: 20 september 2014 by Suma W.M
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan agama merupakan bagian penting dalam
pendidikan untuk membentuk insan kamil. Agama islam sebagai bagian dari
sejumlah agama didunia, merupakan agama yang mempunyai pandangan hidup bahwa
dunia adalah sesuatu yang fana dan permaianan belaka. Manusia beragama akan
lebih mementingkan kehidupan akhirat sehingga ia akan menjadikan dunia ini
sebagai lapangan kebajikan untuk memperoleh kehidupan yang sempurna di akhirat
kelak. Salah satu
jalan untuk mencapai kehidupan kamil ini adalah dengan adanya pendidikan agama,
lebih khusus yakni pendidikan agama islam sebagai agama yang dipeluk oleh
sebagian besar penduduk Indonesia. Namun demikian realitanyamenunjukkan adanya
kegagalan pendidikan agama islam di lingkungan kita.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
yang akan penulis ambil dalam menyelesaikan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Pengertia metode demonstrasi;
2.
Pengertian metode eksperimen;
3.
Pengertian metode pemberian tugas
4.
Kelemahan dan kekurangan dari metode tersebut.
C. Tujuan Pembahasan
Penulis berharap terselesainya pembahasan makalah ini dapat
menjadi pegangan penulis ataupun pembaca dalam memahami metode dalam
pembelajaran pendidikan agama Islam nantinya.
D. Fokus Pembahasan
Yang menjadi
fokuspembahasan penulis adalah metode atau cara melakukan pembelajaran
Pendidikan Agama Islam dalam belajar mengajar.
BAB II
METODE EKSPERIMEN, DOMONSTRASI
DAN METODE PEMDERIAN TUGAS
A. METODE EKSPERIMEN
1. Defenisi eksperimen
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar,
di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati
prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu
disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian
pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu
yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode
eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan
sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses
sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri , mencari
kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan
dari proses yang dialaminya itu.
Menurut Schoenherr
(1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode
yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksprimen mampu memberikan
kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas
secara optimal. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep
dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.
Metode
eksperimen adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan
lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.
Ekperimen tidak hanya dilakukan secara idividu, metode ini juga
dapat dilakukan secara berkelompok. Eksperimen yang dilakukan secara
berkelompok biasanya eksperimen yang memerlukan kerja sama antar anggota
kelompok. Hal ini juga baik untuk siswa dapat bekerja sama dan saling membantu
dan dapat memupuk rasa solidaritas dengan siswa lain.Selain eksperimen, kita
juga mengenal istilah praktikum (practical work). Praktikum adalah melakukan
pekerjaan atau kegiatan dengan mempergunakan alat untuk mengetahui sesuatu.
Tetapi pratikum lebih bersifat sebagai ajang latihan siswa sebelum masuk pada
tahap eksperimen.
Eksperimen yang diberikan kepada siswa sebaiknya eksperimen yang
bersifat open ended experiment, yaitu suatu eksperimen yang hasilnya tidak
dapat langsung ditemukan di dalam buku atau bahkan menebak hasilnya. Hasilnya
hanya dapat diperoleh dari eksperimen itu sendiri.
Ini adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melatih siswa
menggunakan metode ilmiah (scientific method) dan sikap ilmiah (scientific
attitude). Siswa juga dilatih untuk membaca suatu data secara objektif apa
adanya, dapat mengambil kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang ada.
2. Kelebihan dan kekurangan
metode eksperimen
Kelebihannya adalah sebagai berikut:
a. Metode ini dapat membuat
anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan
percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat
mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang
ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan
terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan
sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan
hidup manusia.
Kekurangan
metode percobaan sebagai berikut:
a.
Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik
berkesempatan mengadakan ekperimen.
b.
Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti
untuk melanjutkan pelajaran.
c.
Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan
bidang-bidang ilmu dan teknologi.
B. METODE DEMONSTRASI
1. Pengertian metode
Demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk
memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan pada seluruh kelas
tentang suatu proses atau suatu petunjuk untuk melakukan sesuatu. Yang di
maksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan
peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana
berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa.
Metode
demonstrasi-Animasi dapat memperjelas pengertian dan konsep tindakan yang harus
dilakukan. Metode tersebut dalam prakteknya dapat di lakukan oleh guru
atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstransi-Animasi cukup baik apabila di
gunakan dalam penyampaian bahan pelajaran tata surya, proses teknis peralatan,
alran listrik, atau fiqih, misalnya bagaiamana cara berwudu, shalat, memandikan
orang mati, tawaf pada waktu haji,dan yang lainnya.
Demonstrasi
merupakan metode yang sangat efektif sebab membantu anak didik untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta yang benar. Metode ini dapat
diterapakan dalam pembelajaran Ilmu Alam, Teknik dan PAI, tetapi, tidak semua
pelajaran PAI bisa didemonstrasikan, misalnya masalah aqidah yang menjelaskan
iman kepada allah, malaikat, surga, neraka dan lai-lain.
2. Tujuan
dan Kegunaan Metode Demonstrasi
Tujuan dan
kegunaan metode demonstrasi, antara lain:
a.
Untuk memudahkan penjelasan sebab penggunaan
bahasa lebih terbatas.
b.
Untuk membantu anak dalam memahami dengan jelas
jalannya suatu proses dengan penuh perhatian.
c.
Untuk menghindari verbalisme.
d.
Cocok digunakan apabila akan memberikan
keterampilan tertentu.
Adapun aspek yang penting dalam menggunakan
Metode Demonstrasi adalah Demonstrasi
akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak
bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau
penjelasannya tidak jelas. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di
ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi
aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga. Tidak semua hal dapat di
Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang
berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas. Hendaknya dilakukan dalam
hal-hal yang bersifat praktis. Sebagai pendahuluan, berilah pengertian dan
landasan teori dari apa yang akan di demonstrasikan. Dan adapun sebaiknya dalam Mendemonstrasikan pelajaran tersebut guru harus
terlebih dulu Mendemonstrasikan dengan sebaik-baiknya, baru di ikuti oleh
murid-muridnya yang sesuai dengan petunjuk. Adapun dalam metode demonstran ini
memiliki kelebihan dan ada juga kekurangannya sebagaimana yang akan di
paparkan di bawah ini.
3. Langkah-Langkah
Metode Demonstrasi
Beberapa petunjuk penggunaan metode demonstrasi:
a. Perencanaan: Menentukan
tujuan demonstrasi mengoperasikan PLC zelio logic smart relay; Menetapkan
langkah-langkah pokok demonstrasi membuat gambar kendali zelio di komputer; dan
Menyiapkan alat-alat yang diperlukan seperti PLC trainner dan komputer.
b.
Pelaksanaan: Mengusahakan agar demonstrasi
pembuatan gambar kendali zelio di komputer dapat diikuti dan diamati oleh
seluruh siswa melalui proyektor; Menumbuhkan sikap krisis pada siswa sehingga
terjadi Tanya jawab, dan diskusi tentang masalah PLC zelio logic smart relay;
Memberi kesempatan pada setiap siswa untuk mencoba membuat gambar rangkaian
kendali zelio di komputer sehingga siswa merasa yakin tentang suatu proses
operasi rangkaian kendali PLC zelio logic; Membuat penilaian dari kegiatan
siswa dalam demonstrasi menggunakan PLC zelio logic tersebut, seperti gambar
hasil karya siswa yang dibuat di komputer.
c.
Tindak lanjut: Pemberian tugas kepada siswa
untuk membuat gambar rangkaian kendali PLC untuk lampu lalu lintas; Penilaian
terhadap laporan hasil demonstrasi mengoperasikan PLC zelio.
Metode
domonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan
mempertunjukkan secara langsung objeknya atau caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukkan
proses tertentu. Demonstrasi dapat digunakan pada semua mata pelajaran. Dalam
pelaksanaan demonstrasi guru harus sudah yakin bahwa seluruh siswa dapat
memperhatikan dan mengamati terhadap objek yang akan didemonstrasikan.
Sebelumnya proses demonstrasi guru sudah mempersiapkan alat – alat yang
digunakan dalam demonstrasi tersebut.
Guru dituntut
menguasai bahan pelajaran serta mengorganisasi kelas, jangan samapi guru
terlena dengan demonstrasinya tanpa memperhatikan siswa secara menyeluruh. Ada
beberapa karakteristik metode mengajar demonstrasi dan bagaimana hubungannya
dengan pengalaman belajar siswa.
4.
Karakteristik, Pengalaman Belajar, Keunggulan,
dan Ketrampilan Metode Demonstrasi:
Prosedur metode demonstrasi yang harus
dilakukan dalam pembelajaran adalah: Mempersiapkan alat bantu yang akan
digunakan dalam pembelajaran; Memberikan penjelasan tentang topik yang akan
didemonstrasikan; Pelaksanaan demonstrsi bersamaan dengan perhatian dan
peniruan dari siswa; Penguatan (diskusi, tanya jawab, dan atau latihan)
terhadap hasil demonstrasi. Kesimpulan:
Kemampuan guru yang perlu diperhatikan dalam menunjung keberhasilan demonstrasi
di antaranya:
·
Mampu secara proses tentang topik yang
dipraktekkan.
·
Mampu mengelola kelas, menguasai siswa secara
menyeluruh.
·
Mampu menggunakan alat bantu yang digunakan.
·
Mampu melaksanakan penilaian proses
Kondisi dan kemampuan siswa yang harus
diperhatikan untuk menunjang demonstrasi, diantaranya adalah:
·
Siswa memiliki motivasi, perhatian dan minat
terhadap topik yang didemonstrasikan.
·
Memahami tentang tujuan/maksud yang akan
didemonstrasikan.
·
Mampu mengamati proses yang dilakukan oleh
guru.
·
Mampu mengidentifikasi kondisi dan alat yang
digunakan dalam demonstrasi
5. Kelemahan dan kelebihan
metode demonstrasi
Sebagai suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan,
di antaranya:
a.
Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari,
sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
b.
Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar,
tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
c.
Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk
membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini
kebenaran materi pembelajaran.
Di samping beberapa
kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa kelemahan, di antarannya:
a.
Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa
persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode
ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan
pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih
dahulu, sehingga dapat memakan waktu yang banyak.
b.
Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan
tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan
yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
c.
Demonstrasi memerlukan kemampuan dan
keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih
profesional. Di samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi
guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.
Langkah
pelaksanaan demonstrasi.
a)
Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan
yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan
yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan
demonstrasi.
b)
Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan
menghindari suasana yang menegangkan.
c)
Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya
demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
d)
Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara
aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses
demonstrasi itu.
Langkah
mengakhiri demonstrasi.
Apabila
demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan
memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan
demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk
meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan
tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama
tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
C. METODE PEMBERIAN TUGAS
Metode Metode
pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam
proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas.
Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. Akan tetapi
sebenarnya ada perbedaan antara pekerjaan rumah dan pemberian tugas seperti
halnya yang dikemukakan : Roestiyah dalam bukunya “Didaktik Metodik” yang
mengatakan : “ Untuk pekerjaan rumah, guru menyuruh membaca dari buku dirumah,
dua hari lagi memberikan pertanyaan dikelas. Tetapi dalam pemberian tugas guru
menyuruh membaca. Juga menambah tugas (1),cari
buku lain untuk membedakan(2), pelajari keadaan orangnya”(roestiyah, 1996 : 75
). Dalam buku lainnya yang berjudul Startegi Belajar Mengajar hal.132,
Roestiyah mengatakan teknik pemberian tugas memiliki tujuan agar siswa
menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan
latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam
mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi.
Dengan
pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan rumah karena metode
pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan
dipertanggung jawabkan. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau
di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik
secara individu atau kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap
materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung
jawab akan tugas yang diberikan. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang
studi di luar jam pelajaran tatap muka. Tugas ditetapkan batas waktunya,
dikumpulkan, diperiksa, dinilai, dan dibahas tentang hasilnya. Dalam memberikan
tugas keadaan siswa, guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
Memberikan
penjelasan mengenai
1. Tujuan
penugasan
2. Bentuk
pelaksanaan tugas
3. Manfaat tugas
4. Bentuk
Pekerjaan
5. Tempat dan
waktu penyelesaian tugas
6. Memberikan
bimbingan dan dorongan
7. Memberikan
penilaian
Adapun
jenis-jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa yang dapat membantu
berlangsungnya proses belajar mengajar :
1. Tugas membuat
rangkuman
2. Tugas membuat
makalah
3. Menyelesaikan
soal
4. Tugas
mengadakan observasi
5. Tugas
mempraktekkan sesuatu
6. Tugas
mendemonstrasikan observasi
Kelebihan dan
Kelemahan Metode Pemberian Tugas
Metode
pemberian tugas ini dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kelebihan disamping
juga mempunyai beberapa kelemahan. Adapun kelebihan metode pemberian
tugas diantaranya adalah Metode ini merupakan aplikasi pengajaran modern
disebut juga azas aktivitas dalam mengajar yaitu guru mengajar harus merangsang
siswa agar melakukan berbagai aktivitas sehubungan dengan apa yang dipelajari,
sehingga :
a)
Dapat memupuk rasa percaya diri sendiri
b)
Dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari,
mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri.
c)
Dapat mendorong belajar, sehingga tidak cepat
bosan
d)
Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa
e)
Dapat mengembangkan kreativitas siswa
f)
Dapat mengembangkan pola berfikir dan
ketrampilan anak.
Adapun
kelemahan metode pemberian tugas
a)
Tugas tersebut sulit dikontrol guru kemungkinan
tugas itu dikerjakan oleh orang lain yang lebih ahli dari siswa.
b)
Sulit untuk dapat memenuhi pemberian tugas
c)
Pemberian tugas terlalu sering dan banyak, akan
dapat menimbulkan keluhan siswa,
d)
Dapat menurunkan minat belajar siswa kalau
tugas terlalu sulit
e)
Pemberian tugas yangmonoton dapat menimbulkan
kebosanan siswa apabila terlalu sering.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perencanaan
pembelajaran sangat penting untuk membantu guru dan siswa dalam mengkreasi,
menata, dan mengorganisasi pembelajaran sehingga memungkinkan peristiwa belajar
terjadi dalam rangka mencapai tujuan belajar.
Metode
pembelajaran adalah cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mendapat informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang dipadukan
dengan sebuah usaha sadar dan disngaja oleh guru untuk membuat siswa belajar
dengan jalan mengaktifkan faktor interen dan faktor ekstern dalam kegiatan
belajar mengajar.
B. Saran
Dari
penulisan ini penulis menyarankan kepada guru pengampu mata pelajaran bahasa
agar mampu memilih metode yang pas dan sesuai dengan situasi sehingga materi ya
DAFTAR PUSTAKA
Umar. Bukhari, hadits tarbawi pendiidkan dalam persfektif hadis.
Jakarta: Hamazah.2014.


Komentar
Posting Komentar